Langsung ke konten utama

Cara Menghitung Break Even Point (BEP)

Break Even Point (BEP)
Break Even Point merupakan poin atau titik dimana total fixed cost dan variabel cost menjadi sama dengan total pendapatan. Pada titik ini, usaha atau bisnis tidak mengalami keuntungan atau kerugian. Rumus sederhana perhitungan BEP adalah:



Melalui BEP, pengusaha dapat mengetahui apakah harga jual akan menutupi biaya produksi. Semakin tinggi nilai biaya tetap, maka nilai BEP juga semakin tinggi, artinya semakin banyak produk yang perlu dijual. Jika jumlah penjualan yang dibutuhkan perusahaan untuk impas (break even) lebih dari yang dapat dicapai secara realistis dalam setahun, artinya perlu dilakukan pengurangan biaya pada usaha tersebut.

Untuk menghitung BEP, fixed costs dan variable costs perlu dihitung terlebih dahulu.
Fixed costs meliputi biaya sewa, pembelian peralatan produksi, maintenance website, dan sebagainya. Fixed costs adalah biaya yang tidak berubah dan tidak bergantung pada jumlah produk yang terjual.
Variable costs meliputi biaya bahan baku, kemasan, dan pengiriman. Variable cost akan berubah seiring dengan jumlah produk yang terjual.

Total costs diperoleh dengan rumus sebagai berikut.

Setelah semua telah dihitung, dimasukkan ke rumus perhitungan BEP di atas. Berikut adalah contoh grafik BEP.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesian Local Food (part 7)

Banten   Provinsi Banten yang ber ibu kota Serang terletak di Pulau Jawa memiliki salah satu jajanan khas yang nikmat, yaitu sate bandeng. Sumber: Harian Depok, 2015 Sate bandeng adalah perpaduan antara daging ikan bandeng dan berbagai bumbu yang ditusuk dengan bambu dan dibungkus dengan daun pisang seperti pepes ikan. Terdapat dua jenis sate bandeng, yaitu sate bandeng santan kental dan sate bandeng serundeng kelapa. Sate bandeng santan kental menjadi makanan khas Kerajaan Banten pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, sedangkan sate bandeng serundeng kelapa lebih sering ditemukan pada hari raya Lebaran. Bagi gadis yang belum menikah, yang bisa membuat makanan ini akan dianggap senang oleh calon mertua karena proses pembuatan hidangan ini cukup rumit. Ikan bandeng memiliki banyak duri yang tertanam pada dagingnya dan perlu dibuang agar ikan dapat dimakan. Pada abad ke-16, juru masak Kerajaan Belanda bingung bagaimana cara mengurangi duri pada ikan bandeng agar d...

Indonesian Local Food (part 6)

DKI Jakarta   Provinsi DKI Jakarta terletak di bagian barat laut Pulau Jawa, menjadi ibu kota Republik Indonesia.  Salah satu kuliner khas dari Jakarta adalah minuman bir pletok. Sumber: Majalah Kartini, 2016 Bir pletok adalah minuman khas Betawi merupakan kombinasi berbagai rempah yang direbus menjadi satu. Bahan-bahan dalam bir pletok terdiri dari cengkeh, jahe, jinten, daun pandan, sereh, kapulaga, dan kayu secang. Bir pletok adalah wine tiruan masyarakat Betawi yang tidak memiliki alkohol di dalamnya. Awalnya, masyarakat Belanda yang datang ke Jakarta sering mengadakan pesta yang tidak lepas dari minuman keras. Masyarakat Betawi yang mayoritas beragama Islam merasa risih terhadap kebiasaan orang Belanda yang gemar meminum minuman keras dan juga merasa iri karena tidak dapat meminum minuman keras. Oleh karena itu, masyarakat Betawi membuat minuman dengan warna yang menyerupai minuman keras namun tidak mengandung alkohol, yaitu bir pletok. Kata "pletok" send...

Hierarki Peraturan di Indonesia

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, "peraturan" didefinisikan sebagai tataan yang dibuat untuk mengatur. Nah, seringkali kita juga mendengar bahkan menyamakan "peraturan" dengan "ketetapan". Peraturan dibuat dan berlaku untuk seluruh masyarakat, sedangkan ketetapan dibuat dan berlaku hanya untuk anggota atau karyawan dalam suatu badan. Hierarki peraturan atau tata urutan peraturan di Indonesia mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Dalam suatu perusahaan, biasanya terdapat KKB atau Kesepakatan Kerja Bersama. KKB adalah kesepakatan hasil perundingan antara pengusaha dan pegawai yang tercatat pada instansi yang bertanggungjawab di bidang ketenagakerjaan. KKB berisi tentang pengaturan status dan hubungan kerja, penetapan waktu kerja, lembur, cuti dan ijin, pengaturan upah dan gaji, kompensasi, dana kesehatan, pembinaan dan pengembangan, pesangon, uang ja...