Langsung ke konten utama

Indonesian Local Food (part 4)

Sumatera Selatan 

Provinsi Sumatera Selatan terletak di bagian selatan Pulau Sumatera, Indonesia. Ibu kota dari Provinsi Sumatera Selatan adalah Palembang yang terkenal akan salah satu makanan khasnya, yaitu ragit.
Sumber: Femina, 2013
Ragit adalah kuliner khas Palembang yang mirip dengan roti jala disajikan dengan semangkuk kuah kari dan daging sapi atau ayam sebagai cocolan. Ragit terbuat dari tepung yang diberi garam dan air lalu diputar pada permukaan wajan hingga berbentuk menyerupai jala. Setelah dimasak, ragit dilipat menjadi bentuk segitiga. Ragit biasanya disajikan pada upacara akad nikah atau acara cukuran anak dan dimakan oleh tamu yang hadir. Arti ragit sendiri sudah berasal dari para leluhur yang artinya sudah sangat lama, yaitu sejak tibanya bangsa Arab di Palembang. Makanan ini mengandung berbagai nilai-nilai baik, seperti nilai ekonomi, sosial, juga budaya. Ragit yang dibuat sendiri untuk menjamu tamu undangan yang banyak menunjukkan nilai ekonomi karena dapat menghemat biaya. Ragit yang dimasak untuk menjamu tamu yang hadir menunjukkan nilai sosial. Pelestarian ragit sebagai makanan khas pada upacara keagamaan menunjukkan nilai budaya.
Bangka Belitung 

Provinsi Bangka Belitung adalah provinsi yang terdiri dari dua pulau, yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Terdapat salah satu makanan khas dari provinsi ini, yaitu lempah kuning.
http://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/lempah-kuning-ilustrasi-_170929143754-598.jpg
Sumber: Republika, 2017
Masyarakat Pulau Bangka menyebut makanan ini dengan sebutan Lempah Kuning, sedangkan masyarakat Pulau Belitung menyebut makanan ini dengan sebutan Gangan Ketarap. Kuliner ini adalah hasil perkawinan antara makanan China dan Melayu, kini telah dimodifikasi sesuai dengan daerah Bangka Belitung. Awalnya, makanan lempah tidak menggunakan daging-dagingan, melainkan tanaman. Namun seiring berkembangnya zaman, kini makanan lempah menggunakan daging, yaitu ikan. Jenis ikan yang digunakan biasanya ikan kakap atau tenggiri, bagian kepala. Makanan ini disebut lempah kuning karena kuahnya yang berwarna kuning berasal dari bumbu-bumbu yang digunakan, salah satunya kunyit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesian Local Food (part 7)

Banten   Provinsi Banten yang ber ibu kota Serang terletak di Pulau Jawa memiliki salah satu jajanan khas yang nikmat, yaitu sate bandeng. Sumber: Harian Depok, 2015 Sate bandeng adalah perpaduan antara daging ikan bandeng dan berbagai bumbu yang ditusuk dengan bambu dan dibungkus dengan daun pisang seperti pepes ikan. Terdapat dua jenis sate bandeng, yaitu sate bandeng santan kental dan sate bandeng serundeng kelapa. Sate bandeng santan kental menjadi makanan khas Kerajaan Banten pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, sedangkan sate bandeng serundeng kelapa lebih sering ditemukan pada hari raya Lebaran. Bagi gadis yang belum menikah, yang bisa membuat makanan ini akan dianggap senang oleh calon mertua karena proses pembuatan hidangan ini cukup rumit. Ikan bandeng memiliki banyak duri yang tertanam pada dagingnya dan perlu dibuang agar ikan dapat dimakan. Pada abad ke-16, juru masak Kerajaan Belanda bingung bagaimana cara mengurangi duri pada ikan bandeng agar d...

Indonesian Local Food (part 6)

DKI Jakarta   Provinsi DKI Jakarta terletak di bagian barat laut Pulau Jawa, menjadi ibu kota Republik Indonesia.  Salah satu kuliner khas dari Jakarta adalah minuman bir pletok. Sumber: Majalah Kartini, 2016 Bir pletok adalah minuman khas Betawi merupakan kombinasi berbagai rempah yang direbus menjadi satu. Bahan-bahan dalam bir pletok terdiri dari cengkeh, jahe, jinten, daun pandan, sereh, kapulaga, dan kayu secang. Bir pletok adalah wine tiruan masyarakat Betawi yang tidak memiliki alkohol di dalamnya. Awalnya, masyarakat Belanda yang datang ke Jakarta sering mengadakan pesta yang tidak lepas dari minuman keras. Masyarakat Betawi yang mayoritas beragama Islam merasa risih terhadap kebiasaan orang Belanda yang gemar meminum minuman keras dan juga merasa iri karena tidak dapat meminum minuman keras. Oleh karena itu, masyarakat Betawi membuat minuman dengan warna yang menyerupai minuman keras namun tidak mengandung alkohol, yaitu bir pletok. Kata "pletok" send...

Hierarki Peraturan di Indonesia

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, "peraturan" didefinisikan sebagai tataan yang dibuat untuk mengatur. Nah, seringkali kita juga mendengar bahkan menyamakan "peraturan" dengan "ketetapan". Peraturan dibuat dan berlaku untuk seluruh masyarakat, sedangkan ketetapan dibuat dan berlaku hanya untuk anggota atau karyawan dalam suatu badan. Hierarki peraturan atau tata urutan peraturan di Indonesia mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Dalam suatu perusahaan, biasanya terdapat KKB atau Kesepakatan Kerja Bersama. KKB adalah kesepakatan hasil perundingan antara pengusaha dan pegawai yang tercatat pada instansi yang bertanggungjawab di bidang ketenagakerjaan. KKB berisi tentang pengaturan status dan hubungan kerja, penetapan waktu kerja, lembur, cuti dan ijin, pengaturan upah dan gaji, kompensasi, dana kesehatan, pembinaan dan pengembangan, pesangon, uang ja...