Langsung ke konten utama

Indonesian Local Food (part 10)

Nusa Tenggara Timur 








Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara dengan ibu kota Kupang. Salah satu makanan khas dari provinsi NTT adalah Tapa Kolo.
Sumber: Okezone, 2017
Tapa Kolo adalah makanan khas Kabupaten Manggarai Timur, Flores.  Kata "Tapa" sendiri berarti dibakar, sementara kata "Kolo" artinya memasak dalam bambu. Maka, Tapa Kolo artinya masakan yang dimasak dalam bambu dengan cara dibakar. Isi Tapa Kolo adalah beras hasil panen yang telah melalui serangkaian ritual adat yang diberikan oleh tetua adat kampung setempat sebelum diolah dan dimasak menjadi Tapa Kolo. Makanan ini biasanya disajikan pada upacara adat.

Kalimantan Barat 

Provinsi Kalimantan terletak di Pulau Kalimantan yang beribu kota Pontianak. Salah satu makanan khas dari Pontianak adalah dendeng sotong.
Sumber: Okezone, 2016
Dendeng sotong adalah salah satu makanan khas Pontianak yang terbuat dari sotong yang dipipihkan seperti dendeng. Dendeng sotong memiliki rasa yang pedas dan manis, dapat dimakan begitu saja sebagai camilan atau sebagai pendamping nasi.

Komentar

  1. Bagus dan sangat bervariasi.
    Semestinya diiringi dengan membaca banyak pustaka, jangan cuma copy dari sepotong tulisan di media online.
    Jangan berhenti menulis

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesian Local Food (part 7)

Banten   Provinsi Banten yang ber ibu kota Serang terletak di Pulau Jawa memiliki salah satu jajanan khas yang nikmat, yaitu sate bandeng. Sumber: Harian Depok, 2015 Sate bandeng adalah perpaduan antara daging ikan bandeng dan berbagai bumbu yang ditusuk dengan bambu dan dibungkus dengan daun pisang seperti pepes ikan. Terdapat dua jenis sate bandeng, yaitu sate bandeng santan kental dan sate bandeng serundeng kelapa. Sate bandeng santan kental menjadi makanan khas Kerajaan Banten pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, sedangkan sate bandeng serundeng kelapa lebih sering ditemukan pada hari raya Lebaran. Bagi gadis yang belum menikah, yang bisa membuat makanan ini akan dianggap senang oleh calon mertua karena proses pembuatan hidangan ini cukup rumit. Ikan bandeng memiliki banyak duri yang tertanam pada dagingnya dan perlu dibuang agar ikan dapat dimakan. Pada abad ke-16, juru masak Kerajaan Belanda bingung bagaimana cara mengurangi duri pada ikan bandeng agar d...

Indonesian Local Food (part 6)

DKI Jakarta   Provinsi DKI Jakarta terletak di bagian barat laut Pulau Jawa, menjadi ibu kota Republik Indonesia.  Salah satu kuliner khas dari Jakarta adalah minuman bir pletok. Sumber: Majalah Kartini, 2016 Bir pletok adalah minuman khas Betawi merupakan kombinasi berbagai rempah yang direbus menjadi satu. Bahan-bahan dalam bir pletok terdiri dari cengkeh, jahe, jinten, daun pandan, sereh, kapulaga, dan kayu secang. Bir pletok adalah wine tiruan masyarakat Betawi yang tidak memiliki alkohol di dalamnya. Awalnya, masyarakat Belanda yang datang ke Jakarta sering mengadakan pesta yang tidak lepas dari minuman keras. Masyarakat Betawi yang mayoritas beragama Islam merasa risih terhadap kebiasaan orang Belanda yang gemar meminum minuman keras dan juga merasa iri karena tidak dapat meminum minuman keras. Oleh karena itu, masyarakat Betawi membuat minuman dengan warna yang menyerupai minuman keras namun tidak mengandung alkohol, yaitu bir pletok. Kata "pletok" send...

Indonesian Local Food (part 15)

Sulawesi Selatan   Provinsi Sulawesi Selatan adalah salah satu provinsi yang terletak di bagian selatan Pulau Sulawesi, beribu kota Makassar. Makanan lokal dari Makassar yang telah banyak dikenal masyarakat adalah coto Makassar. Sumber: Liputan6, 2016 Coto Makassar adalah hidangan seperti soto yang berkuah santan dengan jeroan, disantap sebagai lauk pendamping nasi atau ketupat. Awalnya, salah satu juru masak di Kerajaan Bareng melihat isi perut kerbau yang tidak digunakan kemudian ia memiliki ide untuk mencampurkan berbagai rempah dengan isi perut kerbau lalu dimasak menggunakan air beras dan diberi kacang. Makanan tersebut kemudian dibagikan pada masyarakat, dan ternyata masyarakat menyukainya sehingga juru masak pun menyajikannya pada raja. Bagian isi perut kerbau tidak dapat digantikan dengan isi perut hewan lainnya, karena isi perut kerbau memiliki aroma yang khas.